Tampilkan postingan dengan label Kimia Klinik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Klinik. Tampilkan semua postingan

Silinder

Silinder (cast) adalah massa protein berbentuk silindris yang terbentuk di tubulus ginjal dan dibilas masuk ke dalam urine. Silinder terbentuk hanya dalam tubulus distal yang rumit atau saluran pengumpul (nefron distal). Tubulus proksimal dan lengkung Henle bukan lokasi untuk pembentukan silinder. Silinder dibagi-bagi berdasarkan gambaran morfologik dan komposisinya. Faktor-faktor yang mendukung pembentukan silinder adalah laju aliran yang rendah, konsentrasi garam tinggi, volume urine yang rendah, dan pH rendah (asam) yang menyebabkan denaturasi dan precipitasi protein, terutama mukoprotein Tamm-Horsfall. Mukoprotein Tamm-Horsfall adalah matriks protein yang lengket yang terdiri dari glikoprotein yang dihasilkan oleh sel epitel ginjal. Semua benda berupa partikel atau sel yang terdapat dalam tubulus yang abnormal mudah melekat pada matriks protein yang lengket.
Konstituen selular yang umumnya melekat pada silinder adalah eritrosit, leukosit, dan sel epitel tubulus, baik dalam keadaan utuh atau dalam berbagai tahapan disintegrasi. Apabila silinder mengandung sel atau bahan lain yang cukup banyak, silinder tersebut dilaporkan berdasarkan konstituennya. Apabila konstituen selular mengalami disintegrasi menjadi partikel granuler atau debris, biasanya silinder hanya disebut sebagai silinder granular.

Warna pada urine




 Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam
seseorang.
1.    Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.
2.    Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya
disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu
seperti bluberi dan gula-gula, warna ini juga bisa digunakan sebagai
tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti kanker ginjal, batu
ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.
3.    Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.
4.    Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi.

Tanda-tanda Anda Terkena Gagal Ginjal



Gagal ginjal bisa menyerang setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak memandang tingkatan ekonomi. Bila gejala diketahui sedini mungkin, penderita bisa mendapat bantuan mengubah atau menyesuaikan gaya hidup.
Tanda-tanda dari gagal ginjal sebenarnya tidak kelihatan secara bersamaan. Dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui dengan lebih cermat dan akurat apakah tanda-tanda itu mengarah pada kemungkinan gagal ginjal.
Inilah beberapa tanda atau gejala gagal ginjal yang perlu  Anda waspadai :
1.    Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.
2.    Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.
3.    Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.
4.    Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.
5.    Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
6.    Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.
7.    Rasa pegal di punggung.
8.    Gatal-gatal, utamanya di kaki.
9.    Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Sumber Kolesterol




Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan sebaginya terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian dihidrolisis oleh kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas yang terbentuk diserap oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke sistem limfatik dan akhirnya ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam lemak), serta 30% dalam bentuk bebas.
Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan dalam eritrosit, membran sel, dan otot. Sebagian besar kolesterol yang dibutuhkan tubuh disintesis dari asetil koenzim A melalui betahidroksi-betametil glutamil KoA. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis
Pengukuran kolesterol total dapat menggunakan enzim kolesterol oksidase. Trigliserida diukur melalui pengeluaran asam lemak secara hidrolisis diikuti oleh kuantifikasi gliserol yang dibebaskan. Pengukuran kolesterol HDL menggunakan pengendapan semua lipoprotein selain HDL, kemudian kolesterol HDL yang tersisa dalam larutan diukur. Sedangkan kolesterol LDL diukur dari pengukuran trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol HDL dengan pendekatan Friedewald sebagai berikut :
Kolesterol LDL = Kolesterol total – kolesterol HDL – (trigliserida/5)
Kalkulasi ini masih sahih untuk kadar trigliserida sampai sekitar 400 mg/dL. Sekarang pengukuran kolesterol LDL dapat dilakukan langsung dengan tehnik imunopresipitasi selektif fraksi lipoprotein lain.



Kolesterol total

•    DEWASA. Nilai ideal : < style="font-style: italic;">Risiko sedang : 200 – 240 mg/dl. Risiko tinggi : > 240 mg/dl. Kehamilan : kadar berisiko tinggi, tetapi akan kembali normal seperti sebelum kehamilan 1 bulan setelah kelahiran.
•    ANAK. Bayi : 90 – 130 mg/dl. Anak usia 2 – 19 tahun : nilai ideal 130 – 170 mg/dl, risiko sedang 171 – 184 mg/dl, risiko tinggi > 185 mg/dl.


Kolesterol HDL
•    Usia 20-24 tahun : 30 – 79 mg/dl.
•    Usia 25-29 tahun : 31 – 83 mg/dl.
•     Usia 30-34 tahun : 28 – 77 mg/dl.
•    Usia 35-39 tahun : 36 – 62 mg/dl.
•     Usia 40-44 tahun : 34 – 67 mg/dl.
•    Usia 45-49 tahun : 30 – 87 mg/dl.
•     Usia 50-54 tahun : 28 – 92 mg/dl.

Kolesterol LDL

Yang dianjurkan : Risiko sedang : 130 – 159 mg/dl. Risiko tinggi : >= 160 mg/dl.

Masalah Klinis
Peningkatan kadar lemak darah dapat menimbulkan risiko penyakit arteri koronaria atau penyakit kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol (hiperkolesterolemia) menyebabkan penumpukan kerak lemak di arteri koroner (arteriosklerosis) dan risiko penyakit jantung (infark miokardial). Kadar kolesterol serum tinggi dapat berhubungan dengan kecenderungan genetik (herediter), obstruksi bilier, dan/atau asupan diet. Peningkatan trigliserid dalam waktu yang lama akan menjadi gajih di bawah kulit dan menyebabkan obesitas. Gajih yang berlebih akan diubah juga menjadi kolesterol LDL. Kolesterol LDL yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah merupakan risiko penyakit aterosklerosis. Sebaliknya, kolesterol LDL yang rendah dan kolesterol HDL tinggi dapat menurunkan risiko penyakit arteri koronaria.
Peningkatan kadar kolesterol dapat dijumpai pada : infak miokardial (MCI) akut, aterosklerosis, hiperkolesterolemia keluarga, hiperlipoproteinemia tipe II, III dan V, diet tinggi kolesterol (lemak hewani). Selain itu juga dijumpai pada : hipotiroidisme, obstruksi bilier, sirosis bilier, miksedema, hepatitis infeksiosa, DM yang tidak terkontrol, sindrom nefrotik, pankreatektomi, kehamilan trimester III, periode stress berat. Pengaruh obat : aspirin, kostikosteroid, steroid (agens anabolic dan androgen), kontrasepsi oral, epinefrin dan norepinefrin, bromide, fenotiazin (klorpromazin [Thorazine], trifluoperazin [Stelazine]), Vitamin A dan D, sulfonamide, fenitoin (Dilantin)

Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :
•    Obat aspirin dan kortison dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan kadar kolesterol serum,
•    Diet tinggi kolesterol yang dikonsumsi sebelum pemeriksaan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol serum,
•    Hipoksia berat dapat meningkatkan kadar kolesterol serum,
•    Hemolisis pada sampel darah dapat menyebabkan hasil uji kolesterol serum meningkat,
•    Diet tinggi karbohidrat dan alcohol dapat meningkatkan kadar trigliserida serum.

Protein dalam urine karena penyakit ginjal



Protein didalam urine disebutkan penyakit ginjal Karena dalam keadaan normal, protein yang ada di dalam darah akan disaring oleh glomerulus ginjal sehingga tidak akan mungkin didapat di dalam urine. Protein darah merupakan molekul yang memiliki ukuran molekul yang sangat besar sehingga pada orang yang normal, tidak akan bisa menembus saringan ginjal pada bagian glomerulus. Jika ditemukan protein di dalam urine, itu artinya saringan yang ada di glomerulus tersebut telah rusak dan jebol. Dengan rusaknya saringan di glomerulus tadi maka dapat menyebabkan zat – zat lain yang seharusnya disaring oleh glomerulus juga akan ikut lewat. Sebagai catatan, jika telah lolos dari saringan di glomerulus, protein tidak akan direabsorpsi lagi pada bagian tubulus sehingga akan keluar melalui urine. Berbeda dengan zat – zat lain yang ukuran molekulnya lebih kecil, seperti glukosa, yang masih bisa reabsorpsi pada bagian tubulus. Itulah sebabnya mengapa protein dalam urine biasa dignakan sebagai parameter untuk menentukan ada tidaknya kerusakan pada
Pasien yang memiliki kadar urine tinggi, atau albuminuria, memiliki risiko lima kali lipat menderita luka ginjal akut,
Mencari protein dalam urine melalui tes yang mudah dan murah mungkin dapat digunakan sebagai cara untuk melihat kerusakan ginjal dan memperbaiki metode pemeriksaan yang diterapkan saat ini, yang disebut estimasi laju penyaringan glomerular,
Luka ginjal akut, yang sering terjadi ketika orang berada di rumah sakit, tercatat mencapai 1,6 persen dari seluruh pasien di rumah sakit dan terjadi ketika ginjal tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk menyaring produk limbah dari darah.
Luka ginjal akut dapat disembuhkan jika pasien cukup sehat, tetapi sering menyebabkan penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.
Luka ginjal dapat terjadi ketika pasien menerima obat atau suatu bahan melalui intravena untuk membuat organ dalam mereka dapat dilihat selama pemeriksaan tomografi melalui komputer atau pemindaian CAT atau prosedur pada arteri koroner.
Menurut American Society of Nephrology, hampir 30 juta orang Amerika, atau 10 persen dari jumlah penduduk negara itu, menderita penyakit ginjal kronis. Lebih dari 100.000 orang Amerika didiagnosa menderita gagal ginjal setiap tahun, dengan diabetes sebagai penyebab utama.

Pengertian Urine




Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh
ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih),
urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih.
Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika
dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.

Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum,
kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badanketon zat sisa metabolism lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat,Ca dan Mg), hormone, zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb)

Volume urin normal per hari adalah 900 – 1400 ml, volume tersebut dipengaruhi
banyak faktor diantaranya suhu, zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.

Pengertian Penyakit gagal ginjal



Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

A. Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :
•    Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
•    Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
•    Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
•    Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
•    Menderita penyakit kanker (cancer)
•    Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
•    Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.





B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal


Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal


Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.


E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal

Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.

Pengertian indikasi

Indikan adalah hasil pemecahan dari trithophan diabsorrsi kedalam darah dan dibuang bersama urine
Indikan adalah k-indoksil sulfat , ada diurine orang obstipasi / abses sehingga triptofan  indol indikan
Pemeriksaan indikan dalam urine dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu :
1.    Metode obermeyer
Reagen obermeyer terdiri dari
•    HCL pekat
•    feCl3

2.    Metode jaffe
Reagen metode jaffe terdiri dari :
•    HCL pekat
•    Kaporit 2%
•    Cloroform


Dari hasil percobaan didapat , adanya dua lapisan yaitu coklt tau bening, ditengah lapisan tersebut tedapat endapat berwarna coklat itu tandanya pada percobaan ini tidak terdapat indikan
Apabila indikan (+) positif pada lapisan bawah berwarna biru yang menunjukkan adanya indikan yng larur dalam kloroform akan berubah menjadi indigo blu yang berwarna biru dengan penambahan obermeyer
Tujuan pemeriksaan indikan yaitu untuk mengetahui radan usus, perut dan sembelit dijumpai adanya indikan dalam urine dapat ditemukan dilihat pada peradangan , meningkatnya indikan dalam urine dapat terjadi pada keadaan sebagai berikut    :
•    Enteritis ( radang usus)
•    Achylia (terhambat pengeluaran getah pencernaan )
•    Peritonitis ( radang selaput perut)
•    Constipasi ( sembelit)

Pengertian gagal ginjal akut




 

DEFINISI
Gagal ginjal akut adalah hilangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara tiba-tiba.           Ketika itu terjadi maka cairan, elektrolit dan kotoran akan bercampur di dalam darah.

Gagal ginjal dapat berkembang dengan cepat hanya dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Orang dengan gagal ginjal dapat menjadi fatal serta membutuhkan perawatan medis intensif. Jika ginjal anda masih dalam kondisi yang baik, jaga baik-baik kesehatan ginjal anda.

GEJALA
        Tanda dan gejala gagal ginjal akut antara lain:
• Berkurangnya urin saat buang air
• Terlalu banyak menyimpan cairan di dalam tubuh yang menyebabkan pembengkakan pada area kaki
• Perasaan mengantuk
• Napas pendek
• Lelah
• Perasaan bingung
• Mual
• Kejang atau koma pada kasus yang parah
• Nyeri atau perasaan tertekan pada dada

Terkadang gagal ginjal akut tidak menyebabkan tanda atau gejala dan hanya dapat diketahui dengan tes laboratorium.

Penyebab & Faktor Risiko
1. Penyebab

Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak mampu untuk menyaring kotoran dari darah. Gagal ginjal akut dapat terjadi apabila ada kerusakan pada ginjal anda atau kondisi lain yang menyebabkan aliran darah mengalir lambat menuju ginjal. Gagal ginjal akut juga dapat terjadi apabila kotoran yang telah tersaring tidak keluar dari tubuh bersamaan dengan urin.

Melambatnya aliran darah ke ginjal
Kondisi yang menyebabkan darah yang menuju ginjal mengalir secara lambat dan menyebabkan gagal ginjal antara lain:
• Kurang darah
• Pengobatan terhadap tekanan darah
• Serangan jantung
• Penyakit jantung
• Infeksi
• Kerusakan hati
• Nonsteroidal anti-inflammatory drugs, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen
• Reaksi alergi parah (anaphylaxis)
• Dehidrasi parah

Penyakit dan kondisi yang merusak ginjal
Penyakit dan kondisi yang merusak ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut antara lain:
• Gumpalan darah pada vena dan arteri di dalam dan disekitar ginjal
• Kumpulan kolesterol yang menyumbat aliran darah di dalam ginjal
• Glomerulonephritis
• Hemolytic uremic syndrome
• Infeksi pada ginjal
• Lupus
• Pengobatan, seperti obat chemotherapy ataupun antibiotik
• Multiple myeloma
• Scleroderma
• Thrombotic thrombocytopenic purpura
• Racun, seperti alkohol, kokain dan zat berbahaya lain
• Vasculitis

Penyakit dan kondisi yang menyumbat urin
Penyakit dan kondisi yang menyumbat aliran urin keluar dari tubuh dan memicu gagal ginjal akut antara lain:
• Kanker kandung kemih
• Gumpalan darah pada saluran urin
• Kanker serviks
• Kanker usus besar
• Pembesaran prostate
• Batu ginjal
• Kerusakan syaraf yang mengontrol aktifitas kandung kemih
• Kanker prostat

2. Faktor risiko
Kondisi yang meningkatkan risiko gagal ginjal akut antara lain:
• Dalam perawatan di rumah sakit, khususnya untuk kondisi serius yang membutuhkan perawatan intensif
• Usia lanjut
• Penyumbatan pembuluh darah di tangan atau kaki (peripheral artery disease)
• Diabetes
• Tekanan darah tinggi
• Gagal jantung
• Penyakit ginjal
• Penyakit hati

Pencegahan
Gagal ginjal akut sering tidak mungkin untuk diperkirakan atau dicegah. Tapi anda dapat mengurangi risiko dengan menjaga kesehatan ginjal.
1.      Ikuti petunjuk pada kemasan obat. Jika anda menggunakan obat tanpa resep yang dijual bebas. Ikuti petunjuk yang ada pada kemasannya. Menggunakan obat dengan dosis yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut
2.      Ikuti petunjuk dokter. Jika anda memiliki penyakit ginjal atau kondisi lain yang meningkatkan risiko gagal ginjal akut, ikuti rekomendasi dokter anda untuk mengontrol kondisi tersebut.
3.       Lakukan teknik pernapasan dengan diagfragma untuk membuat anda lebih tenang. Ketika anda menghirup napas, biarkan perut anda mengembang. Dan ketika anda membuang napas makan perut anda secara alami akan berkontraksi. Teknik bernapas seperti ini juga dapat membantu menenangkan otot bagian perut dan dapat memicu membuat aktifitas berjalan normal.






Pengertian DM (Diabetes Mellitus )


Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.

Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melistus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.

Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.

Pengertian cairan otak ( LCS)



Cairan otak dibentuk oleh plexus chroideus dan merupakan hasil filtrasi dari plasma. Cairan ini serupa dengan plasma bedanya hanya elemen-elemen yang terkandung didalamnya, umpamanya kadar Na, Ca HCO3, glukosa dalam jumlah yang rendah dll. Perbedaan ini disebabkan adanya permobility yang selektif dan faktor-faktor sekresi dari dinding plexus choroedeus. Disamping itu dikenal pula istilah blood brain barrier dimana pada keadaan normal mencegah masuknya beberapa bahan kedalam cairan otak misalnya bilirubin dan penicillin pada keadaan patologis barrier ini rusak sehingga terdapat cairan otak yang patologis pula,
Fungsi cairan otak
1.      Pelindung otak dari goncangan
2.      Mengatur  volume otak  dengan jalan mengatur produksi cairan otak
3.      Sebagai alat transport zat-zat makanan dan sisi metabolisme

Cara memperoleh cairan otak
Cairan otak diperoleh cara melakukan punksi pada :
1.      Daerah lumbal (L3 dan L4)
2.      Sisterna magna
3.      Ventrikel otak ( sesuai dengan indikasi)

Pemeriksaan cairan otak
Pmeriksaan cairan otak meliputi :
1.      Pemeriksaan makroskopis
2.      Pemeriksaan mikroskopis
3.      Pemeriksaan kimiawi

A.    Pemeriksaan makroskopis
1.      Pemeriksaan tentang kekeruhan
Untuk melihat adanya kekeruhan maka cairan oatak dibandingkan dengan yang berisi aquadest, dalam keadaan normal cairan otak jernih. Keadaan patologis dapat terjadi sebagai berikut:
·         Opalescent      : seperti kabut halus, gris hitam pada dasar tabung masih dapat dilihat
·         Keruh              : garis hitam pada dasar tabung tidak tampak lagi [ada keadaan ini jumlah sel umumnya lebih besar 500 sel/mm3
Keadaan ini bisa disbabkan oleh perdarahan, sel-sel radang, dan kuman, leukositosis tidak selalu disertai kekeruhan misalnya pada meningitis tuberculosa, meningitis syphili catabes dorsalis dan polio myelitis pada keadaan ini cairan otak masih jernih.
2.      Pemeriksaan tentang pH
Cairan otak dalam keadaan normal pH bereaksi sedikit alkalis

3.      Pemeriksaan tentang B. J
Dalam keadaan normal B.J cairan otak sekitar 1.003-1.008

4.      Pemeriksaan tentang warna
Dalam keadaan normal cairan otak tidak berwarna, dalam keadaan patologis cairan otak berwarna :
·         Kekuning-kuningan
Warna ini dapat  disebaakan derivat hemoglobin dari perdarahan yang telah lama terjadi ( minimum 6 jam maximum 1-1,5 minggu), brasal dari bilirubin darah bila intensitas ikterus hebat. Cairan otak xanthocrome karena kadar protein yang sangat tinggi atau pendarahan dapat membeku
·         Merah
Warna merah disebakan oleh karena:
-          Pendarahan artifisialyang merupakan komplikasi dari punksi
-          Pendarahan sub arachnoidal
·         Coklat
Warna coklat disebabkan perdarahan yang lama disertai dengan adanya hemolisis , maka LC akan berwarna coklat
·         Keabu-abuan
Warna keabu-abuan ini disebabkan oleh adanya leukosit dalam jumlah besar
5.      Pemeriksaan tentang pellicle ( bekuan halus)
Pada cairan otak yang normal pellicle / bekuan halus dapat diperlihatkan. Bila cairan otak dibiarkan pada suhu kamar pada 24 jam
Pada meningitis purulenta, pellicle akan cepat terbentuk besar dan kasar dalam waktu beberapa menit sampai  1 menit  sampai 1 jam.

B.     Pemeriksaan mikrocopis
1. pemeriksaan cytolosis
            Pemeriksaan cytolosis penting untuk :
-          Menghitung jumlah sel
-          Mengetahui jenis sel dan perbandingannya
-          Mengenal sel dan perbandingannya
Pemeriksaan harus segera dilakukan karen bila terlalu lama (lebih besar dari 30 menit ) akan mengakibatkan jumlah sel berkurang ini disebakan karena :
-          Sel mengalami cytolisis
-          Sel mengendap sehingga sukar mendapatkan cairan otak yang homogen
-          Sel banyak yang tertangkap dalam pellicle
-          Cepat mengalami perubahan morfologis (bentuk)



C.    Pemeriksaan kimia
Pemeriksaan kimia terdiri dari pemeriksaan terhadap :
-          Protein
-          Glucosa
-          Chlorida



free counters PageRank Checker

Pengikut

About the Author

My Photo
Maura Maulina
Hai, saya penulis Aceh Laboratorium!. Saya seorang Mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di Banda Aceh, Indonesia dan juga seorang blogger paruh waktu dan menyukai blogging, desain blog, Artikel Kesehatan, & Laboratorium penuh gairah. Anda bisa melihat saya di FacebookFacebook

  ©Kumpulan Artikel Kesehatan | Berita Unik & Menarik - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo